Kenali Lebih Dekat Proyek MRT dan LRT Jakarta

Sebentar lagi, warga Jakarta dan sekitarnya akan memiliki moda transportasi baru yaitu MRT dan LRT. Tingkat kemacetan yang tinggi di tengah kota Jakarta dan kota-kota penyangga di sekitarnya membutuhkan solusi untuk meningkatkan produktifitas warganya yang terhambat karena macet. MRT dan LRT dipilih pemerintah pusat dan daerah sebagai solusinya. Lalu, apa sih sebenarnya MRT dan LRT itu? Mari kita bahas satu persatu.

penampakan kereta mrt jakarta

  1. MRT

MRT merupakan singkatan dari Mass Rapid Transportation atau Moda Raya Terpadu adalah sebuah sistem transportasi dengan PT. Mass Rapid Transportation Jakarta (PT. MRT Jakarta) sebagai operatornya. Saham mayoritas PT. MRT Jakarta dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta yang bertanggung jawab dalam pembangunan, operasional dan perawatan serta pengembangan dan pengelolaannya.

Moda transportasi MRT adalah berbentuk kereta yang dioperasikan secara otomatis tanpa masinis dengan hanya menekan  tombol dari pusat kendali. Dengan tombol tersebut, kereta akan berjalan sesuai tempat tujuannya. Kereta MRT akan berjalan di bawah tanah dan jalan layang sehingga tidak mengurangi jalur kendaraan yang sudah ada.

project mrt jakarta

Jalur MRT direncanakan akan membentang sepanjang kurang lebih 110,8 km yang terdiri dari dua koridor yaitu koridor Selatan – Utara sepanjang 23,8 km (dimulai dari Lebak Bulus – Kampung Bandan) dan koridor Timur – Barat sepanjang kurang lebih 87 km. Pembangunannya sendiri telah dimulai sejak tahun 2013 dan diperkirakan selesai di tahun 2018 mendatang.

Pembangunan MRT tahap pertama menggunakan pinjaman dari Bank Jepang untuk jasa rekayasa yang merupakan tahap pra konstruksi untuk mempersiapkan tahap konstruksi. Setelah itu dilanjutkan dengan pinjaman untuk tahap berikutnya hingga pada tahap pembangunan, jumlah pinjaman PT. MRT Jakarta sudah mencapai 120 miliar Yen.

peta rute mrt jakarta

 

Rute Lebak Bulus – Bundaran HI yang merupakan pembangunan tahap I menjadi prioritas pembangunan. Dengan panjang rel 15,7 km dan memiliki 13 stasiun dengan rincian 7 stasiun bawah tanah dan 6 stasiun bawah tanah, rute ini direncanakan akan dapat difungsikan secara penuh di bulan Maret 2019. Sedangkan tahap II, yaitu Bundaran HI – Kampung Bandan yang memiliki panjang 8,1 km baru akan mulai dibangun dengan target pengoperasian tahun 2020.

Untuk jalur Barat – Timur, masih dalam tahap studi kelayakan dan ditargetkan akan dioperasikan pada tahun 2024 – 2027.

Selain moda transportasinya, PT. MRT Jakarta akan memaksimalkan pengelolaan kawasan MRT dengan menyediakan ruang berpromosi bagi perusahaan yang dapat menambah pemasukan sehingga dapat menekan harga tiket untuk masyarakat. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah membangun infrastruktur ini agar tidak membebani masyarakat dengan harga tiket yang mahal. Saat ini, pembangunan fisik MRT sudah mencapai 80 persen dan terus dikebut penyelesaiannya agar bisa terselesaikan dan target launching di bulan Maret dapat tercapai dengan pengerjaan yang sempurna.

 

penampakan kereta lrt jakarta

  1. LRT

Light Rapid Transportation adalah moda transportasi yang akan menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangga di sekitarnya seperti Bekasi dan Bogor. Penggagas proyek ini adalah Pemda DKI Jakarta untuk proyek LRT dalam kota dan PT. Adhi Karya bertanggung jawab untuk proyek LRT penghubung Jakarta dengan kota lainnya.

Pembangunan LRT diinisiasi dari mandeknya proyek monorel di Jakarta. Untuk memanfaatkan proyek ini maka monorel diubahfungsikan ke LRT yang nantinya akan terintegrasi dengan MRT dan KRL Commuter Line.

rute lrt jakarta

Direncanakan, LRT akan memiliki 6 rute seperti Cawang – Cibubur, Cawang – Kuningan – Dukuh Atas, Cawang – Bekasi Timur, Dukuh Atas – Palmerah Senayan, Cibubur – Bogor, dan Palmerah – Bogor/Grogol. Rute-rute ini merupakan rute kemacetan setiap jam kantor di pagi dan sore hari. Dan rute ini memiliki titik potong dengan Busway dan stasiun Commuter Line.

Walaupun untuk rute luar kota dibangun oleh swasta, namun pemerintah menjamin akan mengendalikan harga tiket dengan cara mengambil alih dari PT. Adhi Karya setelah pembangunan selesai. Dengan demikian, pemerintah bisa menjamin harga tiket disamakan atau tidak terlalu mahal dengan tiket rute lain. Berbeda dengan MRT, pengoperasian LRT menjadi  tanggung jawab PT KAI sebagai penyelenggara sarana seperti layaknya pada pengelolaan Commuter Line.

proyek lrt jakarta

Secara fisik, kereta LRT lebih langsing dari MRT. LRT juga berjalan di atas rel di jalan layang dan sebagian di atas tanah dengan pembatas dari jalur kendaraan bermotor. Gerbong dan kapasitas penumpang LRT jauh lebih sedikit dari MRT.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat membantu produktifitas warga Jakarta dan sekitarnya yang juga akan meningkatkan pendapatan per kapita. Selain itu, juga untuk menarik investasi asing di mana kemacetan yang semula menjadi momok telah dapat dicarikan solusinya. Pada akhirnya, rakyatlah yang harus menikmati setiap pembangunan fisik ini karena pembangunan ini dilakukan dengan menggunakan pinjaman yang dibayar dengan pajak yang dipungut dari rakyat.